PDA

View Full Version : Lika-liku Mencari Hot Spot (dengan bantuan GPS dan Fish Finder)



beritamancing
11th November 2011, 10:33
BERITAMANCING.BLOGSPOT.COM Hot spot atau rumah ikan merupakan incaran bagi nelayan maupun pancinger. Tanpa mengetahui hot spot, maka mancing di laut jauh dari keberhasilan dan hanya buang-buang waktu saja.

Dari dulu hingga sekarang ini, saya sering mancing bersama nelayan. Di saat akan melaut, yang saya pertanyakan kepada nelayan itu adalah kita mau mancing dimana dengan target ikan apa? Si nelayan itu langsung menjawab: kita akan mancing ikan tenggiri di karang anu, atau mau mancing kakap di rumpon, atau dia menjawab akan mancing ikan GT di batu mandi misalnya.

Setelah mengetahui tujuan mencari ikan maka berangkatlah kami memancing bersama nelayan. Jelas mereka melaut pasti ada tujuannya bukan asal-asalan mengantar pancinger kelaut. Mereka juga sama dengan saya yaitu mencari rumah ikan yang banyak dihuni ikan.

Dalam soal mencari rumah ikan, ada sebagian besar nelayan kita mencari ikan tanpa bantuan alat elektronik seperrti GPS dan fishfinder. Panduan mereka hanya kompas sederhana dan tanda-tanda alam saja. Lalu para nelayan melihat tanda alam yang ada seperti perubahan air dan ombak untuk menandai adanya karang. Untuk memastikan dasar laut apakah pasir, lumpur atau karang, para nelayan generasi dahulu melakukan cara mengelot dasar laut.

Ngelot yaitu mengikat timah besar yan diikat tali lalu menceburkan timah hingga dasar laut. Setelah sampai di dasar timah diangkat ke atas untuk dianalisa apakah timah tersebut mengenai lumpur, pasir atau karang. Bila menemukan pasir atau karang lantas mereka memancingnya.

Jika cara nelayan atau pancinger dahulu itu dalam mencari lokasi ikan hanya berdasarkan pengalaman, intuisi, mengamati tanda-tanda alam. Namun sekarang para nelayan atau pancinger sekarang ini, dalam mencari lokasi ikan dibantu dengan alat elektronik seperti Global Position System (GPS) dan Fish Finder. Kedua alat ini bisa membuat sukses memancing. Untuk mengetahui bagaimana fungsi kedua alat elektronik tersebut akan kami uraikan satu persatu.

Sesuai dengan fungsinya GPS akan memberikan informasi lokasi tertentu apakah itu lokasi mancing (hot spot), pelabuhan, pulau, rumpon, tandes dan lain-lainnya. Lokasi-lokasi itu dinyatakan sebagai titik koordinat bumi (way point) berupa nilai derajat, menit dan detiknya di garis lintang (latitude/ Lat) dan garis bujur (Longitute/Lon) untuk kemudian disimpan dalam memori GPS.

Melalui GPS kita bisa terbantu, karena GPS bisa menunjukkan arah perjalanan ke lokasi koordinat yang telah direkam. Di dalam GPS memberikan data data berupa arah kompas (bearing) dan jarak tempuh yang harus ditempuh (range). Selain itu melalui GPS kita juga memasukan data (ploting) setiap lokasi yang ingin kita kunjungi secara berurutan, sehingga bila kita hubungkan akan terbentuk suatu rute perjalanan.

Fungsi lain yaitu GPS juga bisa memberikan data-data kecepatan kapal absolute (speed over ground), kecepatan kapal sampai tujuan (speed over course), waktu tempuh (time to go), perkiraan waktu tiba (estimated time arrival).melalui GPS kita juga bisa mengetahui penyimpangan arah yang terjadi (cross trak error).

Nah setelah Anda bisa menguasai GPS maka dalam bernavigasi dalam mencari lokasi mancing pun akan lebih mudah. Agar anda sukses mancing alat elektronik yang anda harus kuasai lagi adalah fish finder.

Fish finder ialah perangkat elektronik yang bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dan menangkap kembali pantulannya. Perangkat fish finder yang digunakan untuk memancarkan gelombang dan menangkap gelombang kembali disebut dengan nama tranduser.

Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser.

Proses gelombang pantulan yang berulang-ulang itu ditangkap tranduser kemudian diterjemahkan dalam monitor dalam bentuk titik-titik sehingga menimbulkan gambar topografi dasar perairan.

Dari hasil pembacaan gambar topografi itulah akhirnya kita bisa membedakan kekerasan dari topografi struktur dasar perairan. Biasanya bila keadaan dasar perairan benda yang keras maka warna di monitor gambarnya lebih pekat. Sebaliknya jika topografi lembek maka gambar di monitor pun tidak pekat.

Jadi bila topograf dasar perairan keras langsung diasumsikan bahwa di dasar bisa berupa karang. Demikian juga bila dimonitor fish finder gambarnya tidak pekat warnanya maka sering kita terjemahkan dengan lumpur. Selain itu rata tidaknya topografi dasar perairan bisa di ketahui melalui fish finder. Untuk mengetahui itu semua merupakan penyimpulan titik hasil pembacaan fish finder.

Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang tinggi. Artinya si pemakai fish finder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fish finder.

Selain topografi dasar perairan, gelombang suara yang dipancarkan oleh transduser terkadang mengenai benda-benda yang melayang dalam air, karena benda tersebut juga memantulkan gelombang. Benda yang melayang itu pun bisa terbaca dalam monitor fish finder. Benda yang melayang itu bisa saja kumpulan ikan, sampah atau rumput laut. Namun bila di karang-karang atau struktur topografi perairan yang keras biasanya benda yang melayang itu adalah gerombolan ikan.

Nah setelah ketemu lokasi ikan, tindakan selanjutnya kita harus memperhitungkan secara matematis cara melabuh jangkar berdasarkan kuat tidaknya arus. Pertimbangan utama labuh jangkar adalah umpan harus jatuh di lokasi ikan. Melesetnya labuh jangkar berpengaruh terhadap hasil memancing. Soal labuh jangkar, akan kami bahas dalam tulisan berikutnya. Selamat mancing.*** Mrk Marcus W Nugroho artikel pernah di rilis pada Tabloid Berita Mancing edisi 17

KM RACHEL
11th November 2011, 12:15
tambahin sedikit ya dr kegunaan gps, gps dapat digunakan juga untuk berjangkar, pada umumnya disaat kita sudah mengetahui titik drpd spot biasanya kapal berjangkar, nah disaat berjangkar ini tingkat kesulitannya dimulai, dengan gangguan dari arus, ombak, dan angin yg akan menyulitkan kita untuk berjangkar diposisi yg pas (apalagi di air dalam 100m+). dengan track route drpd gps ini kita bisa menggunakannya untuk menjadi patokan akan arah kapal kita setelah berjangkar , bila salah berlabuh kita bisa mengunakan cursor drpd gps tersebut untuk mengetahui bearing drpd arah kapal kita setelah kita berjangkar dr titik diawal kita membuang jangkar( larikan curcor ke titik awal pas buang jangkar dan disaat kapal sudah diam). dengan demikian penjangkaran yg kedua kalinya pasti akan mendekati spot dengan menjadikan gps sebagai patokan dr arah kapal kita hanyut setelah berjangkar pertama kalinya.

Yanto WS
11th November 2011, 12:23
BERITAMANCING.BLOGSPOT.COM Hot spot atau rumah ikan merupakan incaran bagi nelayan maupun pancinger. Tanpa mengetahui hot spot, maka mancing di laut jauh dari keberhasilan dan hanya buang-buang waktu saja

Jika cara nelayan atau pancinger dahulu itu dalam mencari lokasi ikan hanya berdasarkan pengalaman, intuisi, mengamati tanda-tanda alam. Namun sekarang para nelayan atau pancinger sekarang ini, dalam mencari lokasi ikan dibantu dengan alat elektronik seperti Global Position System (GPS) dan Fish Finder. Kedua alat ini bisa membuat sukses memancing. Untuk mengetahui bagaimana fungsi kedua alat elektronik tersebut akan kami uraikan satu persatu.

kalau menurut saya itu belum cukup di bilang sukses memancing dalam Tanda kutip '............dgn Alat electronik spt GPS dan Fish Finder ..... ???

C4del
11th November 2011, 12:24
Ikut menyimak....

SNL
12th November 2011, 00:14
Ikut nyimak juga ...maklum nubie...ane kalo mancing biasa serahin semua ke kapiten...target apa trus dibawanya kemana terserah kapiten. Kecuali kalo ada kawan yang udah hafal medannya.

KM RACHEL
12th November 2011, 01:03
gps yg mempunyai map juga bukan hanya sekedar untuk mencari spot atau titik spot yg pernah kita pancingin sebelumnya, akan tetapi bagi kapal kapal yg suka berjalan malam gps yg mempunyai map source sangatlah berguna untuk mengetahui apakah ada pulau didepan haluan kita, kadang disaat gelap gulita sangat sulit sekali untuk menentukan dimana pulau, dan gps lah yg membantu kita dr bahaya bahaya seperti ini.

gps juga sangat berguna disaat kita berteduh di pinggir pulau, speed on ground bisa menjadi patokan akan kapal kita, pada umumnya kalau speed on groundnya melebihi 0.2km/ jam ada kemungkinan besar kalau kapal kita larat, dan larat disaat gelap gulita dekat pulau adalah sesuatu yg mau kita hindari. larat atau hanyut ketepi pulau akan menghantam karang dan sangatlah berbahaya. ini juga salah satu dr fungsi gps.

depoppers
12th November 2011, 01:05
ikut nyimak om, berguna nih

KM RACHEL
12th November 2011, 01:06
ikut nyimak om, berguna nih
mantaappppp dah malem nih masih banyak yg OL heheheheheheh. selamat malam om fadlon

Mr Joe
12th November 2011, 10:32
Thread berguna. saya pindahkan yah om ke bagian elektronik kapal, dan judulnya di tambahin dikit supaya lebih jelas.

Mr Joe
12th November 2011, 11:20
Saya tambahin yah om.




Fungsi lain yaitu GPS juga bisa memberikan data-data kecepatan kapal absolute (speed over ground), kecepatan kapal sampai tujuan (speed over course), waktu tempuh (time to go), perkiraan waktu tiba (estimated time arrival).melalui GPS kita juga bisa mengetahui penyimpangan arah yang terjadi (cross trak error).


Untuk GPS sekarang yang rata2 mempunyai map/peta laut sangat berguna bagi kita untuk mencari kontur2 laut yg di perkirakan menjadi rumah ikan, special bagi yg suka mancing di air dalam sekitar tubiran2 curam. Biasanya map tersebut bisa di install di komputer dulu baru di kirim ke GPS untuk kita explore dengan bantuan echo sounder supaya lebih akurat.
7248 >> salah satu contoh kontur laut dari map laut di komputer yg bisa kita lihat sebelum kita berangkat mancing.






Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser.


Untuk umumnya fishfinder biasa yang di pakai oleh pemancing mempunyai frekwensi 50 Khz dan 200 Khz. Ada beberapa type sounder dengan frekwensi dibawah 50 Khz untuk laut sangat dalam tapi harganya pasti mahal sekali.





Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang tinggi. Artinya si pemakai fish finder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fish finder.

Ini setuju banget om, bila tidak menguasai atau biasa menggunakan/melihat display sounder tersebut, fish finder hanya akan berguna untuk melihat kedalaman saja, spot bagus seperti tandes dalam akan terlewat sia2.

Mr Joe
12th November 2011, 11:32
gps yg mempunyai map juga bukan hanya sekedar untuk mencari spot atau titik spot yg pernah kita pancingin sebelumnya, akan tetapi bagi kapal kapal yg suka berjalan malam gps yg mempunyai map source sangatlah berguna untuk mengetahui apakah ada pulau didepan haluan kita, kadang disaat gelap gulita sangat sulit sekali untuk menentukan dimana pulau, dan gps lah yg membantu kita dr bahaya bahaya seperti ini.

gps juga sangat berguna disaat kita berteduh di pinggir pulau, speed on ground bisa menjadi patokan akan kapal kita, pada umumnya kalau speed on groundnya melebihi 0.2km/ jam ada kemungkinan besar kalau kapal kita larat, dan larat disaat gelap gulita dekat pulau adalah sesuatu yg mau kita hindari. larat atau hanyut ketepi pulau akan menghantam karang dan sangatlah berbahaya. ini juga salah satu dr fungsi gps.

Setuju banget koko, kalau saya lebih suka mengaktifkan alarm posisi jangkar di GPS kalau lagi jangkar gak jauh dr pulau, tapi untuk ini di butuhkan GPS type handheld dan sewaktu kita bobo taruh gpsnya di samping kepala, kalau larat alarm langsung bunyi bisa kedengeran. Pengalaman kalau trip di UK sering saya yg bangun kase tau kept kalau kapal larat.

wi2ar
12th November 2011, 12:51
wedew... suhu2 pada keluarin elmunya neh... di lanjut....724972497249

SNL
12th November 2011, 13:21
hehehe..ane cuma bisa nyimak deh...pasrah ma kapiten mo jangkar di karang atau iket di kaki rig (eh yang ini ga boleh, berbahaya)
lanjuuut...

KM RACHEL
5th January 2012, 11:46
Setuju banget koko, kalau saya lebih suka mengaktifkan alarm posisi jangkar di GPS kalau lagi jangkar gak jauh dr pulau, tapi untuk ini di butuhkan GPS type handheld dan sewaktu kita bobo taruh gpsnya di samping kepala, kalau larat alarm langsung bunyi bisa kedengeran. Pengalaman kalau trip di UK sering saya yg bangun kase tau kept kalau kapal larat.

pakai alarm ya , mantappppp bro, besok besok ane set d alarmnya, thank you